monkey Cute Rocking Baby Monkey

Minggu, 11 Mei 2014

TEKNOLOGI SEHARUSNYA MEMUDAHKAN DAN MEMULIAKAN



22 Maret 2013 pukul 2:38 am | Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Film Terbaik Bertema Teknologi Canggih




Luar angkasa atau angkasa luar atau antariksa (juga disebut sebagai angkasa), merujuk ke bagian yang relatif kosong dari Jagad Raya, di luar atmosfer dari benda “celestial”. Istilah luar angkasa digunakan untuk membedakannya dengan ruang udara dan lokasi “terrestrial”.

Karena atmosfer Bumi tidak memiliki batas yang jelas, namun terdiri dari lapisan yang secara bertahap semakin menipis dengan naiknya ketinggian, tidak ada batasan yang jelas antara atmosfer dan angkasa. Ketinggian 100 kilometer atau 62 mil ditetapkan oleh Federation Aeronautique Internationale merupakan definisi yang paling banyak diterima sebagai batasan antara atmosfer dan angkasa.

Dalam dunia perfilman sendiri ada banyak sekali film film yang mengambil tema ataupun setting luar angkasa dan dari sekian banyaknya film film bertema luar angkasa tersebut, berikut adalah 11 Film Terbaik Bertema Luar Angkasa versi ane. Check this out :



1. Avatar

Avatar adalah film fiksi ilmiah 3-D yang disutradarai oleh James Cameron. Film ini dirilis pada16 Desember 2009 di seluruh dunia oleh 20th Century Fox. Film ini berkisah mengenai konflik di dunia yang bernama Pandora, di saat manusia dan penduduk asli Pandora terlibat dalam perang. Film ini dirilis dalam format 2D dan 3D, dan juga akan dirilis di teater IMAX 3D. Avatar masuk nominasi Oscar termasuk Best Picture dan Best Director dan menang tiga kategori, Best Visual Effect, Best Cinematography, dan Best Art Director. Avatar menjadikan film paling terlaris sepanjang masa sebesar $2,782,206,970 dolar. Rencananya, Avatar akan dibuat Trilogi-nya setelah filmnya sukses besar.
Sinopsis :
Jake Sully (Sam Worthington), mantan angkatan laut Amerika Serikat yang terluka dan cacatakibat perang. Ia terpilih untuk berpartisipasi dalam program Avatar, yang memungkinkannya bisa berjalan kembali. Jake menuju ke Pandora, sebuah hutan nan subur yang penuh dengan berbagai macam makhluk hidup yang baik dan yang mengerikan. Pandora juga rumah bagisuku Na’vi, makhluk yang mirip manusia dengan kehidupan primitif serta memiliki kemampuan seperti manusia. Saat manusia mencoba memasuki Pandora untuk menambang mineral yang ada di sana, suku Na’vi memerintahkan para prajuritnya untuk melindungi negerinya dari ancaman. 
Jake direkrut untuk menjadi bagian dari proyek ini. Karena manusia tidak dapat menghirupudara di negeri Pandora, maka mereka menciptakan makhluk yang mirip suku Na’vi yang mereka sebut sebagai Avatar. Di Pandora, dengan tubuh Avatar, Jake dapat berjalan kembali. Di hutan Pandora, Jake melihat banyak keindahan dan bahaya. Ia juga bertemu dengan wanitamuda Na’vi bernama Neytiri (Zoe Saldaña). 
Seiring berjalannya waktu, Jake berbaur dengan suku Na’vi dan jatuh cinta kepada Neytiri. Pada akhirnya, Jake terjepit antara tujuannya dikirim oleh perusahaan tambang ke Pandora dan suku Na’vi, yang memaksanya untuk memihak pada satu pilihan yang akan menentukan nasib suku Na’vi dan manusia di Pandora.
 
2. Star Wars


Star Wars adalah film fiksi ilmiah Amerika Serikat yang disutradarai oleh George Lucas. Film ini terdiri dari enam film yang urutan perilisan setiap serinya tidak berurutan. Serial film ini bermula pada tahun 1977 dan sementara ini berakhir pada tahun 2005.

Daftar film Star Wars yang termasuk kanon utama :

- Star Wars Episode I: The Phantom Menace (1999)
- Star Wars Episode II: Attack of the Clones (2002)
- Star Wars Episode III: Revenge of the Sith (2005)
- Star Wars Episode IV: A New Hope (1977)
- Star Wars Episode V: The Empire Strikes Back (1980)
- Star Wars Episode VI: Return of the Jedi (1983)

Episode IV sampai VI pertama kali dirilis sekitar akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an. Konon menurut George Lucas hal ini dilaksanakan karena saat itu belum tersedia teknologi untuk menggambarkan kemegahan Republik, sehingga ia memutuskan untuk memulai dari episode IV. Sedangkan episode I sampai III dibuat pada sekitar tahun 2000-an karena teknologinya sudah tersedia.

Tema utama dalam Star Wars adalah sebuah perjuangan semesta yang bersifat abadi antara kebajikan dan kejahatan. Tema ini digambarkan sebagai sebuah keseimbangan antara mereka yang menggunakan kekuatan utama yang disebut “The Force” secara jahat atau baik.


3. Armageddon

Armageddon bercerita tentang sebuah asteroid raksasa yang mengancam kehidupan di muka bumi karena diperkirakan meluncur dan akan berbenturan dengan bumi. Kemudian Pemerintah bersama sama dengan para ilmuwan NASA, dan Departemen Pertahanan, menyusun suatu rencana untuk menyelamatkan bumi. Mereka meminta bantuan Harry Stamper (Bruce Willis), ahli pengeboran minyak inti bumi. Harry merasa hal itu tidaklah mungkin dilakukan selama kurun waktu yang hanya dua minggu, dan dasarnya dia tidak begitu percaya dengan kemampuan orang lain. Sehingga Harry Stamper, memilih untuk pergi sendiri ke asteroid beserta kru pengeboran minyak yang ia miliki termasuk A.J.Frost, (Ben Afflect).

Akhirnya Harry Stemper beserta kru nya berangkat menggunakan pesawat luar angkasa menuju ke asteroid untuk melakukan penghancuran asteroid raksasa tersebut.


4. Star Trek


Film yang bertemakan fiksi ilmiah ini bercerita mengenai sebuah armada bintang bernama Starfleet sebagai perwakilan kehidupan manusia 200 tahun pada masa depan bersama-sama dengan United Federation of Planets yakni kumpulan spesies dari planet dan tata surya lain. Star Trek diciptakan oleh Gene Roddenberry dan merupakan salah satu franchise hiburan paling laris di dunia dan memiliki jutaan penggemar yang sering datang ke Star Trek Conventions(pertemuan para penggemar Star Trek).

Film ini juga meraih sukses di box office dan dilanjutkan dengan film-film berikutnya yang sampai sekarang (2009) sudah ada sebelas (termasuk film pertama).


5. Deep Impact
src="http://dejulogy.files.wordpress.com/2012/03/deepimpact.jpg?w=201&h=300" border="0">
Kisah menegangkan ini dibintangi oleh pemenang Blockbuster Entertainment Awards 1999, kategori aktor dan aktris favorit yaitu Robert Duvall, Morgan Freeman dan Tea Lioni dan artis pendukung favorit Elijah Wood.

Film ini mengisahkan tentang ditemukannya satu komet yang bergerak mengarah ke bumi. NASA berusaha menghancurkan komet tersebut dengan mengirimkan satu tim astronot yang akan meledakkan komet tersebut. Sementara presiden (Morgan Freeman) mengumumkan untuk segera dibuat gua untuk mengamankan seratus juta orang dari kepunahan.

Pada hari dimana komet jatuh ke bumi, suasana berubah menjadi panik dan menegangkan. Semua orang berebut untuk menyelamatkan diri.

6. 2001: A Space Odyssey
Sebuah monolit muncul tiba-tiba di tengah manusia purba. Entah bagaimana, kehadiran monolit itu memberi ide penggunaan alat pertama : tulang yang digunakan sebagai alat pukul. Dengan alat itu, sebuah suku Cro-Magnon menang atas suku lain, menguasai sebuah mata air. Pada 2001, monolit serupa ditemukan di bulan. Monolit itu diperkirakan berusia 4 juta tahun, dan mengirim sinyal kuat ke Jupiter. Beberapa bulan kemudian, sebuah misi rahasia dikirim ke Jupiter. Pesawat dilengkapi komputer tercanggih, sebuah “otak” Kecerdasan Buatan (Artificial Inteligent), bernama HAL 9000. Komputer itu tumbuh seolah memiliki kesadaran tersendiri, dan memberontak, membunuh secara terencana para awak, kecuali seorang: Dave. Setelah Dave berhasil memutus kesadaran HAL, ia menemukan misi rahasia Jupiter itu. Ia terlontar ke sebuah wormhole. Ruang dan waktu pun terlipat bagi Dave.

7. Sunshine
 
 
Diceritakan tahun 2057, saat bumi kita sudah diselimuti salju, matahari sekarat dan manusia manghadapi kepunahan dan hanya bisa berharap pada delapan orang ilmuan yang diberikan misi membawa sinar matahari kembali ke bumi dengan menggunakan senjata nuklir. Berangkat ke luar angkasa dengan pesawat Icarus II selama bertahun-tahun.

Selama perjalanan menuntaskan misi, banyak halangan dan kejutan yang siap menyambut mereka. Lengkap dari kesalahan teknis, sifat egois, kontak radio dengan Icarus I yang sudah mengudara bertahun-tahun yang lalu sampai yang sudah biasa, matinya personel Icarus II. Tidak ada kemenangan tanpa pengorbanan. Yang kali ini mereka pertaruhkan bukan hanya nyawa mereka sendiri, namun semua manusia dan biosfer yang terdapat di planet bernama bumi.


8. Apollo 13



 
Apollo 13 adalah film drama Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 1995 dan disutradarai Ron Howard. Skenario dibuat oleh William Broyles Jr. dan Al Reinert yang menggambarkan kejadian dramatis Apollo 13 pada tahun 1970 yang diadaptasi dari buku Lost Moon oleh Jim Lovell danJeffrey Kluger. Film ini dibintangi Tom Hanks, Kevin Bacon, Bill Paxton, Gary Sinise, Kathleen Quinlan dan Ed Harris.

9. Wall-E
WALL•E adalah sebuah film animasi yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. Tokoh utama dalam film ini adalah sebuah robot yang bernamaWALL•E.

Pada awal abad ke-22, sebuah perusahaan “raksasa” Buy N Large (BnL) menguasai perekonomian di Bumi, termasuk pemerintahan. Akibat dipenuhi sampah yang tidak didaur-ulang, maka Bumi menjadi sangat tercemar oleh sampah-sampah elektronik, sehingga kelangsungan hidup manusia menjadi terancam. Untuk mencegah kepunahan manusia, Shelby Forthright (Fred Willard) selaku CEO Buy N Large, melakukan pengungsian massal dari Bumi selama lima tahun di atas armada kapal luar angkasa eksekutif bernama axiom yang menyediakan setiap keperluan manusia, dan dilengkapi dengan robot-robot yang semuanya berjalan secara otomatis untuk melayani kebutuhan manusia.

Ratusan-ribu unit robot penghancur sampah yang dinamai dengan WALL•E ditinggalkan di Bumi untuk membersihkan Bumi. Robot-robot tersebut diprogram untuk memadatkan dan menumpuk sampah-sampah elektronik yang telah memenuhi seluruh daratan di Bumi, agar memudahkan untuk peleburan. Tumpukan sampah-sampah elektronik telah dipadatkan dan dikumpulkan oleh robot-robot WALL•E, tumpukan sampah tersebut telah setinggi gedung pencakar langit. Namun, proyek ini dibatalkan karena Forthright memperkirakan bahwa pada tahun 2110 Bumi sudah terlalu tercemar dan sudah tidak memungkinkan untuk dihuni oleh manusia. Pada tahun 2815, kira-kira 700 tahun kemudian, hanya satu WALL•E yang masih berfungsi.



10. IMAX : HUBBLE 3D

 




Melalui kekuatan IMAX ® 3D, 3D Hubble akan memungkinkan film-penonton untuk perjalanan melalui galaksi jauh untuk mengeksplorasi kehebatan dan misteri sekitarnya langit kita, dan menemani ruang-berjalan astronot saat mereka mencoba tugas yang paling sulit dan penting dalam sejarah NASA. Film ini akan menawarkan tampilan inspirasi dan unik ke dalam warisan Teleskop luar angkasa Hubble dan menyoroti dampak mendalam pada cara kita melihat alam semesta dan diri kita sendiri. Diriwayatkan oleh Leonardo DiCaprio, Hubble reuni 3D Space Station tim pembuatan film 3D, dipimpin oleh Produser Toni / Direktur Myers. James Neihouse, Direktur Fotografi, juga merangkap sebagai pelatih kru Astronaut. Judy Carroll adalah Associate Producer, dan Graeme Ferguson, Co-founder dan Produser IMAX pelopor film IMAX ruang banyak, adalah Eksekutif Produser. Hubble adalah IMAX 3D dan produksi Warner Bros Pictures, bekerja sama dengan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Anda sedang membaca artikel tentang 11 Film Terbaik Bertema Luar Angkasa dan anda bisa menemukan artikel 11 Film Terbaik Bertema Luar Angkasa ini dengan url http://bacablogtekno.blogspot.com/2013/03/11-film-terbaik-bertema-luar-angkasa.html, anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel 11 Film Terbaik Bertema Luar Angkasa ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link 11 Film Terbaik Bertema Luar Angkasa sumbernya.

Kamis, 08 Mei 2014

PENJELASAN TENTANG TEKNOLOGI

Teknologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pada pertengahan abad ke-20, manusia telah mencapai kecukupan teknologi untuk kali pertama meninggalkan atmosfer Bumi dan menjelajahi ruang angkasa.

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.

Definisi dan penggunaan
Penciptaan mesin cetak telah memungkinkan para ilmuwan dan politisi mengomunikasikan gagasan-gagasan mereka secara lebih mudah, kunci pembuka bagi Abad Pencerahan; sebuah contoh teknologi sebagai kekuatan budaya.
Penggunaan istilah 'teknologi' (bahasa Inggris: technology) telah berubah secara signifikan lebih dari 200 tahun terakhir. Sebelum abad ke-20, istilah ini tidaklah lazim dalam bahasa Inggris, dan biasanya merujuk pada penggambaran atau pengkajian seni terapan.[1] Istilah ini seringkali dihubungkan dengan pendidikan teknik, seperti di Institut Teknologi Massachusetts (didirikan pada tahun 1861).[2] Istilah technology mulai menonjol pada abad ke-20 seiring dengan bergulirnya Revolusi Industri Kedua. Pengertian technology berubah pada permulaan abad ke-20 ketika para ilmuwan sosial Amerika, dimulai oleh Thorstein Veblen, menerjemahkan gagasan-gagasan dari konsep Jerman, Technik, menjadi technology. Dalam bahasa Jerman dan bahasa-bahasa Eropa lainnya, perbedaan hadir di antara Technik dan Technologie yang saat itu justru nihil dalam bahasa Inggris, karena kedua-dua istilah itu biasa diterjemahkan sebagai technology. Pada dasawarsa 1930-an, technology tidak hanya merujuk pada 'pengkajian' seni-seni industri, tetapi juga pada seni-seni industri itu sendiri.[3] Pada tahun 1937, seorang sosiolog Amerika, Read Bain, menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons, instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the skills by which we produce and use them ("teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu").[4] Definisi yang diajukan Bain masih lazim dipakai oleh kaum terpelajar hingga saat ini, terkhusus ilmuwan sosial. Tetapi ada juga definisi yang sama menonjolnya, yakni definisi teknologi sebagai sains terapan, khususnya di kalangan para ilmuwan dan insinyur, meskipun sebagian besar ilmuwan sosial yang mempelajari teknologi menolak definisi ini.[5] Yang lebih baru, para kaum terpelajar telah meminjam dari para filsuf Eropa, technique, untuk memperluas makna technology ke berbagai macam bentuk nalar instrumental, seperti dalam karya Foucault tentang techniques de soi, yang diterjemahkan sebagai technologies of the self atau teknologi diri.
Kamus-kamus dan para sarjana telah memberikan berbagai macam definisi. Kamus Merriam-Webster memberikan definisi "technology" sebagai the practical application of knowledge especially in a particular area (terapan praktis pengetahuan, khususnya dalam ruang lingkup tertentu) dan a capability given by the practical application of knowledge (kemampuan yang diberikan oleh terapan praktis pengetahuan).[6] Ursula Franklin, dalam karyanya dari tahun 1989, kuliah "Real World of Technology", memberikan definisi lain konsep ini; yakni practice, the way we do things around here (praktis, cara kita memperbuat ini semua di sekitaran sini).[7] Istilah ini seringkali digunakan untuk mengimplikasikan suatu lapangan teknologi tertentu, atau untuk merujuk teknologi tinggi atau sekadar elektronik konsumen, bukannya teknologi secara keseluruhan.[8] Bernard Stiegler, dalam Technics and Time, 1, mendefinisikan technology dalam dua cara: sebagai the pursuit of life by means other than life (pencarian kehidupan, dalam artian lebih dari sekadar hidup), dan sebagai organized inorganic matter (zat-zat anorganik yang tersusun rapi).[9]
Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.[10]
Kata "teknologi" juga digunakan untuk merujuk sekumpulan teknik-teknik. Dalam konteks ini, ia adalah keadaan pengetahuan manusia saat ini tentang bagaimana cara untuk memadukan sumber-sumber, guna menghasilkan produk-produk yang dikehendaki, menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memuaskan keinginan; ia meliputi metode teknis, keterampilan, proses, teknik, perangkat, dan bahan mentah. Ketika dipadukan dengan istilah lain, seperti "teknologi medis" atau "teknologi luar angkasa", ia merujuk pada keadaan pengetahuan dan perangkat disiplin pengetahuan masing-masing. "Teknologi state-of-the-art" (teknologi termutakhir, sekaligus tercanggih) merujuk pada teknologi tinggi yang tersedia bagi kemanusiaan di ranah manapun.
Teknologi dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan.[11] Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya, telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer.[12] Tidak semua teknologi memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol atau bedil. Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa, yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.

Ilmu, rekayasa, dan teknologi
Perbedaan antara ilmu, rekayasa, dan teknologi tidaklah selalu jelas. Ilmu adalah penyelidikan bernalar atau pengkajian fenomena, ditujukan untuk menemukan prinsip-prinsip yang melekat di antara unsur-unsur dunia fenomenal dengan membekerjakan teknik-teknik formal seperti metode ilmiah.[13] Teknologi tidak mesti hasil ilmu semata-mata, oleh karena teknologi harus memenuhi persyaratan seperti utilitas, kebergunaan, dan keselamatan.
Rekayasa adalah proses berorientasi tujuan dari perancangan dan pembuatan peralatan dan sistem untuk mengeksploitasi fenomena alam dalam konteks praktis bagi manusia, seringkali (tetapi tidak selalu) menggunakan hasil-hasil dan teknik-teknik dari ilmu. Pengembangan teknologi dapat dilukiskan pada banyak ranah pengetahuan, termasuk pengetahuan ilmiah, rekayasa, matematika, linguistika, dan sejarah, guna mencapai suatu hasil yang praktis.
Teknologi seringkali merupakan konsekuensi dari ilmu dan rekayasa — meskipun teknologi sebagai kegiatan manusia seringkali justru mendahului kedua-dua ranah tersebut. Misalnya, ilmu dapat mengkaji aliran elektron di dalam penghantar listrik, dengan menggunakan peralatan dan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Pengetahuan yang baru ditemukan ini kemudian dapat digunakan oleh para insinyur dan teknisi untuk menciptakan peralatan dan mesin-mesin baru, seperti semikonduktor, komputer, dan bentuk-bentuk teknologi tingkat lanjut lainnya. Dalam cara pandang seperti ini, para ilmuwan dan rekayasawan kedua-duanya dapat dipandang sebagai "teknolog"; ketiga-tiga ranah ini seringkali dapat dipandang sebagai satu untuk tujuan penelitian dan referensi.[14]
Hubungan pasti antara ilmu dan teknologi secara khusus telah diperdebatkan oleh para ilmuwan, sejarawan, dan pembuat kebijakan pada penghujung abad ke-20, sebagiannya karena debat dapat mengabarkan pembiayaan ilmu dasar dan ilmu terapan. Dalam kebangkitan setelah Perang Dunia II, misalnya, di Amerika Serikat terdapat anggapan yang meluas bahwa teknologi hanyalah "ilmu terapan" dan untuk mendanai ilmu dasar adalah dengan cara menuai hasil-hasil teknologi pada waktunya. Artikulasi filsafat ini dapat ditemukan secara eksplisit di dalam risalah yang ditulis Vannevar Bush mengenai kebijakan ilmu pascaperang, Science—The Endless Frontier: "Produk-baru, industri baru, dan lebih banyak lapangan kerja memerlukan tambahan pengetahuan sinambung akan hukum-hukum alam... Pengetahuan baru yang esensial ini dapat diperoleh hanya melalui penelitian ilmiah dasar." Tetapi, pada akhir dasawarsa 1960-an, pandangan ini muncul dilatarbelakangi oleh serangan langsung, memimpin ke arah berbagai inisiatif untuk mendanai ilmu untuk tujuan tertentu (inisiatif-inisiatif ini ditolak oleh komunitas ilmiah). Isu tersebut masih diperdebatkan—meskipun sebagian besar analis menolak model bahwa teknologi hanyalah hasil dari penelitian ilmiah.[15][16]

Sejarah
Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif.[17] Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi.[17]
Secara etimologis, akar kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni.[17] Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).[17]

Kemajuan
Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari hingga yang sederhana, hingga yang menghebohkan dunia.
Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu zaman romawi kuno. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat. Salah satunya adalah seperti yang ada di Indonesia, yaitu fenomena mobil esemka yang diciptakan beberapa sekolah di Solo. Telah membuat inovasi mobil Nasional untuk Indonesia. Selain itu juga, ada di Sidoarjo yang memproduksi kapal laut untuk kebutuhan melaut.
Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional seperti bercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah.[18]
Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :[18]
  • Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris: neutral technological progress)
    Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan
    kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
  • Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress)
    Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
  • Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving technological progress)
    Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.
Pengalaman di berbagai negara berkembang menunjukan bahwa adanya campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa peraturan pemerintah yang terlampau ketat, dalam pasar teknologi asing justru menghambat arus teknologi asing ke negara-negara berkembang.[19]
Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia zaman sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan manusia. Di banyak belahan masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi, pangan, komputer, dan masih banyak lagi.
Di lain pihak suatu kebijaksanaan 'pintu yang lama sekali terbuka' terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak investor asing, karena merekalah yang melakukan segala upaya teknologi yang sulit dan rumit.[19]
Ini menjadi bukti bahwa memang teknologi sudah menjadi kebutuhan dan merata di setiap sektor kehidupan manusia. Terlebih setelah adanya penemuan komputer dan laptop, yang sekarang hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer ataupun laptop. Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling mutakhir dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia.

Referensi
2.      ^ Julius Adams Stratton and Loretta H. Mannix, Mind and Hand: The Birth of MIT (Cambridge: MIT Press, 2005), 190-92. ISBN 0-262-19524-0.
3.      ^ Eric Schatzberg, "Technik Comes to America: Changing Meanings of Technology Before 1930," Technology and Culture 47 (July 2006): 486-512.
4.      ^ Read Bain, "Technology and State Government," American Sociological Review 2 (December 1937): 860.
5.      ^ Donald A. MacKenzie and Judy Wajcman, "Introductory Essay" in The Social Shaping of Technology, 2nd ed. (Buckingham, England : Open University Press, 1999) ISBN 0-335-19913-5.
6.      ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama mwdict
7.      ^ Franklin, Ursula. "Real World of Technology". House of Anansi Press. Diakses 2007-02-13.
8.      ^ "Technology news". BBC News. Diakses 2006-02-17.
9.      ^ Stiegler, Bernard (1998). Technics and Time, 1: The Fault of Epimetheus. Stanford University Press. hlm. 17, 82. ISBN 0-8047-3041-3 Check |isbn= value (help). Stiegler lebih terkemudian menyatakan bahwa biotechnology (bioteknologi) tidak lagi dapat didefinisikan sebagai "organized inorganic matter", given that it is, rather, "the reorganization of the organic" ('zat-zat anorganik yang tersusun rapi', melainkan 'penyusunan kembali zat-zat organik'). Stiegler, Bernard (2008). L'avenir du passé: Modernité de l'archéologie. La Découverte. hlm. 23. ISBN 2-7071-5495-4.
11.  ^ Borgmann, Albert (2006). "Technology as a Cultural Force: For Alena and Griffin" (fee required). The Canadian Journal of Sociology 31 (3): 351–360. doi:10.1353/cjs.2006.0050. Diakses 2007-02-16.
12.  ^ Macek, Jakub. "Defining Cyberculture". Diakses 2007-05-25.
13.  ^ "Science". Dictionary.com. Diakses 2007-02-17.
15.  ^ Wise, George (1985). "Science and Technology". Osiris (2nd Series) 1: 229–246.
16.  ^ Guston, David H. (2000). Between politics and science: Assuring the integrity and productivity of research. New York: Cambridge University Press. ISBN 0-521-65318-5.
17.  ^ a b c d Imam Sukardi, "Pilar Islam Bagi Pluralisme Modern", Tiga Serangkai, 2003, 9796684055, 9789796684052.
18.  ^ a b "Pembangunan Ekonomi, Edisi 9, Jilid 1", Erlangga, 9790158149, 9789790158146.
19.  ^ a b Isei, "Pemikiran Dan Permasalahan Ekonomi Di Indonesia Dalam Setengah Abad Terakhir 4", Kanisius, 2005, 979211212X, 9789792112122.
Pranala luar