10
Penemuan Terbesar yang Terungkap Secara tidak Sengaja
by BENEDICTUS
BUDI on Aug 23, 2013 • 17:18
Sains merupakan
langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam
rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Mulai dari merumuskan
masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data,
menganalisis dan akhirnya menyimpulkan.
Namun dari berbagai
penemuan terkemuka, beberapa penemuan terungkap secara tidak sengaja. Mulai
dari obat-obatan, minuman, teknologi produk rumah tangga hingga astrofisika,
penemuan hebat ini telah memberikan kontribusi yang berharga bagi kemajuan
sains. Berikut adalah 10 penemuan terbesar yang terungkap secara tidak sengaja:
“science
is nothing but perception” – Plato
1. Penisilin
Penisilin (Penicillin atau PCN) dalah sebuah kelompok
antibiotika Beta-laktam yang digunakan dalam penyembuhan penyakit infeksi
karena bakteri, biasanya berjenis Gram positif. Penemuan Penislin selalu
dikaitkan dengan ilmuwan Skotlandia, Alexander Fleming pada 1929. Peristiwa
penemuan Fleming ini didapat secara tidak sengaja. Saat itu ia liburan dua
minggu dan meninggalkan bakteri Staphylococcus di piringan kultur. Ketika
Fleming kembali, ia melihat adanya jamur aneh pada piringan kultur (culture plate),
jamur tersebut telah mematikan bakteri di sekitarnya.
Fleming menyimpulkan bahwa fenomena tersebut dikarenakan sebuah
subtansi penghambat pertumbuhan dan menghancurkan bakteri. Ia kemudian
menumbuhkan sebuah kultur murni dan menemukan Penicillium yang kemudian dikenal
sebagai Penicillium chrysogenum.
Fleming memberikan istilah “Penisilin” untuk menggambarkan hasil filtrasi dari
kultur mikrobiologisPenicillium.
Saat Perang Dunia
II, Penisilin berjasa dalam menekan jumlah kematian akibat infeksi yang
disebabkan luka terbuka yang tak mendapat perawatan, yang dalam situasi serupa
dapat menimbulkan gangren bahkan kematian, menyelamatkan 12-15% nyawa.
2. Microwave
Pada tahun 1945
Percy Lebaron Spencer, seorang insinyur dan penemu dari Amerika Serikat,
bekerja di pabrik pembuatan magnetron, alat yang digunakan untuk menghasilkan
sinyal radio gelombang mikro yang merupakan bentuk awal dari radar. Radar
adalah sebuah inovasi luar biasa penting di masa perang, tetapi penggunaan
gelombang mikro untuk memasak makanan adalah ketidaksengajaan.
Ketika sedang
berdiri di dekat sebuah magnetron yang sedang hidup, Spencer mendapati bahwa
batang coklat di sakunya meleleh. Pikirannya yang tajam segera mengerti bahwa
itu adalah akibat gelombang mikro. Kemudian dia mencobanya pada biji jagung
brondong dan kemudian pada sebutir telur hingga meledak.
Pada tahun 1945,
Spencer menciptakan alat untuk memasak makanan dengan menggunakan radiasi
gelombang mikro. Raytheon melihat kemungkinan ini, dan setelah memperoleh Amana
Refrigeration pada 1965, mampu menjual microwave oven dalam skala besar. Oven
microwave pertama disebut Radarange, sampai saat ini, ada lebih dari 200 juta
yang digunakan di seluruh dunia.
3. Velcro
Sejarah penemuan velcro dimulai pada tahun 1941, saat seorang
insinyur Swiss bernama George de Mestral pulang bersama anjingnya dari
perburuan di gunung Alpen. Waktu itu dia melihat banyak ‘biji’ (seeds) dari buah
burdock yang menempel pada pakaiannya dan pada bulu anjingnya. Waktu dia
mempelajarinya dibawah mikroskop, nampak beratus-ratus kaitan pada biji ini
yang akan ‘menyangkut’ pada setiap benda yang berupa serat-seratan seperti
kain, bulu atau rambut. Ide inilah yang memicu de Mestral untuk mengembangkan
alat untuk menyatukan dua benda. Dibutuhkan waktu hampir sepuluh tahun untuk
menyempurnakan ’temuannya’ ini, dan pada tahun 1955 dia memperoleh hak paten
dari ciptaannya ini.
Velcro mulai populer setelah NASA memutuskan untuk
menggunakannya pada baju astronaut, kemudian diikuti pula oleh industri baju
peselancar es (skiers),
baju peselam dan peralatan bawah laut lainnya. Saat ini velcro sudah terpasang
pada hampir semua peralatan manusia, mulai dari pakaian, sepatu, ikat pinggang,
tas, peralatan kedokteran, peralatan militer dan sebagainya. Bahkan untuk
peralatan militer sudah dikembangkan jenis velcro yang tidak menimbulkan suara
sobekan.
4. Gelombang Radiasi Kosmik (Teori Big Bang)
Pada tahun 1948,
Ralph Alpher dan Robert Herman mempublikasikan teori ilmiahnya bahwa alam
semesta tercipta oleh Big Bang “Hari ini kita akan melihat cahaya-cahaya yang
dilepaskan ketika atom pertama kali dibentuk, pada saat alam semesta berumur
300.000 tahun. Karena alam semesta telah berkembang selama miliaran tahun,
cahaya dikalkulasikan dengan faktor 1.000, yang dideteksi sebagai gelombang
mikro.”
Pada tahun 1964,
Arno Penzias dan Robert Wilson secara tidak sengaja menemukan radiasi latar
belakang kosmis ketika mereka sedang melakukan pemantau diagnostik menggunakan
penerima gelombang mikro yang dimiliki oleh Laboratorium Bell. Penemuan mereka
memberikan konfirmasi yang substansial mengenai prediksi radiasi latar bahwa
radiasi ini bersifat isotropis dan konsisten dengan spektrum benda hitam pada 3
derajat K. Penzias dan Wilson kemudian dianugerahi penghargaan Nobel atas
penemuan mereka.
5. Teflon
Penemuan Teflon atau polytetrafluoroethylene (PTFE) terjadi di tahun 1938, teflon
ditemukan secara tidak sengaja oleh Roy Plunkett dari Kinetic Chemical saat
mencoba membuat CFC jenis baru. Tahun 1941 Kinetic Chemical mematenkannya dan
mendaftarkan Teflon tahun 1945 sebagai merk dagang. Kinetic Chemical merupakan
perusahaan yang didirikan oleh Du Pont dan General Motors tahun 1930 untuk
memproduksi zat CFC yang kita kenal sebagai Freon (merk dagang dari Du Pont).
Pada tahun 1954,
seorang insinyur dari Perancis bernama Marc Gregoire membuat penggorengan
pertama yang mengunakan lapisan antilengket dengan merk TEFAL. Tahun 1961
Marion A. Trozzolo, memasarkan penggorengan pertama yang menggunakan lapisan
antilengket The Happy Pan, di Amerika Serikat tepatnya di Kansas City.
Teflon telah
digunakan secara komersial sejak tahun 1940 untuk berbagai tujuan, karena
sifatnya yang stabil terhadap bahan kimia lain (sulit bereaksi terhadap bahan
kimia lain) serta dapat menghasilkan permukaan yang anti gores. Pemakaian
terbanyak di masyarakat dalam bentuk peralatan memasak anti lengket misalnya
wajan dan panci.
6. Karet Ban Vulkanisir
Pada tahun 1839,
Charles Goodyear berhasil menemukan teknik vulkanisasi karet. Vulkanisasi
sendiri berasal dari kata Vulkan yang merupakan dewa api dalam agama orang
romawi.
Di hari yang penuh
keberuntungan pada tahun 1839, ia membersihkan kedua tangannya dari lumuran
bubuk, yang terdiri atas campuran karet dan belerang. Secara tidak sengaja
bubuk tersebut terjatuh dan masuk ke dalam sebuah tungku di atas api. Ketika
karet meleleh, ternyata bereaksi dengan bahan belerangnya dan menemukan bahwa
bahan itu berubah memiliki karakter bagai kulit yang elastis.
Inilah pertama kali
karet vulkanisir atau ban karet tercipta, Goodyear pun berhasil menemukan karet
tahan cuaca. Kemudian ia pun terobsesi untuk membuat beragam barang dari bahan
material buatannya dan mematenkan ciptaanya itu. Pada mulanya Goodyear tidak
menamakan penemuannya itu dengan nama vulkanisasi melainkan karet tahan api.
Untuk menghargai jasanya, nama Goodyear diabadikan sebagai nama perusahaan
karet terkenal di Amerika Serikat yaitu Goodyear Tire and Rubber company.
7. Coca-Cola
Penemu Coca-Cola
bukanlah seorang pengusaha, penjual permen atau seorang pemimpi yang ingin
menjadi kaya dalam bisnis minuman. John Pemberton hanya ingin menyembuhkan
sakit kepala. Seorang ahli kimia, Pemberton mencoba menggunakan dua bahan utama
dalam obat sakit kepala, yaitu daun koka dan kacang kola. Ketika asisten labnya
secara tidak sengaja mencampur dengan dua air karnonasi, lahirlah minuman
Coca-Cola.
Frank M. Robinson,
sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat
bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia
menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo
paling terkenal di dunia. Namun sayangnya, Pemberton meninggal dua tahun
kemudian dan tidak pernah melihat campurannya yang sederhana melahirkan
kerajaan minuman soda.
8. Radioaktif
Sejarah penemuan zat
radioaktif diawali dengan ditemukannya sinar X oleh Wilhelm Conrad Roentgen
pada tahun 1895. Setelah itu, para ilmuwan menyadari bahwa beberapa unsur dapat
memancarkan sinar-sinar tertentu, meskipun pada waktu itu para ilmuwan belum
memahami hakikat sebenarnya dari sinar-sinar tersebut serta mengapa unsur-unsur
memancarkannya.
Pada tahun 1896,
Henri Becquerel, fisikawan Perancis berusaha mendapatkan sinar X dari suatu
batuan yang mengandung garam uranium. Secara tidak sengaja, batuan tersebut
dibungkus dengan kertas hitam dan diletakkan di atas plat film itu, ia sangat
terkejut karena bagian film pada tempat garam uranium diletakkan menjadi gelap.
Dari hasil penelitiannya, diketahui bahwa penyebab gelapnya bagian plat foto
adalah radiasi berdaya tembus kuat, bahkan lebih kuat dari sinar X, yang dipancarkan
secara spontan oleh garam uranium tanpa harus disinari terlebih dahulu. Radiasi
spontan garam uranium terjadi karena mengandung unsur uranium yang bersifat
radioaktif. Peristiwa radiasi spontan ini kemudian disebut keradioaktifan,
sedangkan zat yang yang bersifat radioaktif disebut dengan zat radioaktif.
9. Viagra
Tidak banyak yang tahu bahwa Viagra pada awalnya didesain
sebagai obat darah tinggi dan serangan jantung. Pekerjaan mendesain sildenafil,
atau lebih dikenal dengan nama Viagra, sudah dimulai sejak tahun 1985 oleh para
ilmuwan yang bekerja di pabrik farmazi Pfizer di Kent, Inggris. Tujuan awalnya
adalah untuk mendesain obat anti-darah tinggi and juga anti-angina
pectoris (sakit di
bagian dada disebabkan oleh macetnya aliran darah ke jantung).
Di tahun 1989,
setelah empat tahun mengutak-atik ratusan ribu senyawa kimia, para ilmuwan
Pfizer menemukan senyawa nomer 92480 (diberi kode UK-92480) yang menunjukkan
potensi lebih baik ketimbang zaprinast, obat anti-darah tinggi yang sudah lama
beredar.
Beberapa orang pria
yang diuji untuk mengkonsumsi obat itu mengatakan bahwa obat itu tidak berhasil
mengurangi tekanan darah tinggi. Tapi,mereka semua merasa bahwa ketika minum
obat itu justru merasa bertambah kuat tenaga dan hasrat sexnya. Sejak saat itu,
obat tersebut justru menjadi salah satu obat paling sukses dalam sejarah
Pfizer. Kegagalan membuat obat pengurang tekanan darah tinggi justru
menciptakan obat kuat yang luar biasa.
10. Smartdust
Smartdust adalah sebuah sistem yang terdiri dari kumpulan microelectromechanical yang sangat kecil (MEMS) seperti
sensor, robot atau perangkat lainnya yang dapat mendeteksi cahaya, temperatur,
getaran, magnet atau bahan kimia.
Istilah Smartdust biasanya mengacu pada ukuran milimeter,
perangkat berdaya rendah yang digunakan untuk sensor, komputasi dan perangkat
nirkabel. Perangkat ini biasanya dibangun menggunakan teknik microfabrication
silicon dan berfungsi
sebagai komponen individual dalam jaringan nirkabel.
Mahasiswa pascasarjana di bidang Kimia, Jamie Tautan yang
bekerja bekerja di Silicon Chip Universitas of California, San Diego berhasil
mengungkap Smartdust dengan ukuran lebih kecil yang dibangun dengan teknik electro
chemical corosion. Penemuan ini terungkap secara tidak sengaja pada
saat chip terbelah ia menemukan potongan-potongan kecil masih mengirimkan
sinyal, beroperasi sebagai sensor kecil. Smartdust dapat diterapkan pada banyak
hal dan telah berperan dalam dunia medis dan biologi, seperti pada penyembuhan
tumor.
Via: Popular Mechanic










Tidak ada komentar:
Posting Komentar