22 Maret
2013 pukul 2:38 am | Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan komentar
Saat ini, percaya atau tidak teknologi tengah mengantarkan kita kepada dunia yang begitu sempit. Tanpa batas. Masing-masing kita saat ini sebagian besar sudah melek teknologi yang ditandai begitu banyaknya jejaring sosial yang secara signifikan memiliki banyak anggotasehingga menciptakan gaya hidup yang berbeda. Ini menciptakan sebuah fenomena baru di kalangan masyarakat kita: eat, pray, tweet. Artinya bahwa ternyata salah satu aktivitas yang mengalami pergeseran adalah adanya frekuensi update aktivitasnya melalui jejaring sosial contohnya Facebook atau Twitter. Disadari atau tidak ternyata ini merupakan potensi. Orang yang kelihatannya pendiam, belum tentu di dunia maya ia benar-benar pendiam, justru ia melampiaskan sikap non talkative-nya itu dengan banyak berkomentar dan frekuensi update yang sering. Namun kemudian, potensi yang terpendam ini lebih banyak tergeser oleh banyak kepentingan yang terkadang membuat jengah pihak lain. Ambil contoh akun Trio Macan 2000 di twitter yang seringkali mengkritisi bahkan memprovokasi masyarakat dengan opini-opininya yang menyulut kemarahan, padahal opini-opininya itu jelas tak berdasar data. Namun karena sikap apatis masyarakat kita, kadang apa yang dikatakannya, diterima mentah-mentah, padahal kita belum tahu siapa itu pemilik akun Trio Macan 2000.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi dapat membantu atau mempermudah kinerja manusia dalam menjalankan kreativitas dan aktivitas, akan tetapi di sisi lain dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menghancurkan moral manusia, karena manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat dari teknologi yang digunakan atau manusia menyalahgunakan ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk kepentingan ”hasrat” sesaat. Hasrat sesaat yang saya maksud disini ialah menyalurkan kepentingan-kepentingan yang bisa merusak dan merugikan diri sendiri atau orang lain. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini berkembang sesuai dengan tuntutan zaman: globalisasi. Proses globalisasi di satu sisi membuka peluang besar untuk perkembangan manusia. Namun di sisi lain membuka ketakutan-ketakutan dan ketidaksiapan manusia untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki, sehingga datangnya globalisasi menyatakan bahwa globalisasi memang merupakan sistem yang tidak manusiawi.
Kemajuan teknologi komputer dan informasi, faktanya juga membuat dunia kejahatan makin canggih. Praktek-praktek pencurian melalui jaringan komputer dan internet, seperti pembobolan bank, penipuan transaksi dagang via internet, bahkan pembocoran rahasia sebuah institusi atau negara, juga makin sering terjadi. Kemajuan teknologi komputer dan informasi ini, juga memungkinkan seseorang bisa dirusak kehidupan pribadinya dengan cara penyebarluasan informasi yang tidak benar dan gambar yang direkayasa menggunakan komputer dan disebarkan melalui internet. Di beberapa tempat, adanya internet ternyata juga punya dampak negatif bagi banyak orang muda yang dengan mudah mengakses situs pornografi dan informasi yang provokatif dan menghasut dari kelompok-kelompok tertentu. Dan yang terburuk, terbukanya keran informasi akibat majunya teknologi komputer dan informasi ini, membuat mereka yang tak siap menjadi bingung menyikapinya.
Teknologi rekayasa di bidang biologi juga mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dengan teknologi ini, kalangan ahli biologi kini mampu mengembangkan apa yang disebut sebagai cloning yang bisa diterapkan pada tumbuhan, hewan, dan sangat mungkin juga pada manusia. Dengan rekayasa cloning ini, para ahli memang dapat menciptakan mahluk baru tanpa melalui pembiakan sebagaimana lazimnya. Dampak terburuk yang bisa terjadi bila praktek cloning manusia itu dibiarkan adalah kemungkinan hilangnya kesadaran bahwa mereka adalah mahluk ciptaan Tuhan. Kenyataan bahwa mereka bisa menciptakan segalanya dengan cloning, bisa jadi justru akan membuat mereka melupakan Sang Pencipta sendiri. Dampak lainnya adalah kemungkinan munculnya sikap superioritas perempuan yang tidak akan membutuhkan laki-laki, karena dapat mencipta manusia sendiri dari dirinya. Hal ini akan mengganggu keseimbangan relasi manusia laki-laki dan perempuan yang diciptakan Tuhan untuk saling membantu dalam suatu pernikahan. Maka tata kehidupan baru akan bergolak.
Berikutnya, dari banyak pengalaman, kerusakan lingkungan akibat pembangunan industri masih terus terjadi. Sistem pengelolaan limbah industri yang tidak ditata secara tepat dan baik, menyebabkan lingkungan bukan hanya kotor, tapi juga tercemar. Asap dari industri dan juga transportasi juga menyebabkan polusi udara yang mengakibatkan terjadinya penipisan lapisan ozon dan terjadinya pemanasan global. Pengambilan sumber alam secara besar-besaran menggunakan perangkat berteknologi canggih, melahirkan ancaman tidak tersedianya sumber alam bagi generasi mendatang. Penebangan hutan secara besar-besaran yang dilakukan tanpa memperhitungkan akibatnya, menyebabkan terjadinya penggundulan hutan yang juga mendorong makin meningkatnya suhu udara di muka bumi ini.
Kecanggihan teknologi yang kita rasakan saat ini adalah buah dari sempurnanya akal manusia. Ini semua merupakan karunia Tuhan yang seharusnya senantiasa kita syukuri. Bahwa kemudian ada konsekuensi logis disana: bahwa perkembangan teknologi di berbagai bidang perlu memperhatikan pengaturan terhadap lingkungan hidup manusia. Dalam lingkungan tertentu, penggunaan teknologi canggih oleh kelompok masyarakat tertentu, juga bisa berakibat kelompok masyarakat yang lain terkalahkan dalam persaingan. Maka, sudah seharusnya teknologi tak hanya membuat mudah hidup, namun juga dapat memuliakan hidup kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar