TOKOH TEKNOLOGI
Pepatah kecil-kecil cabe rawit ini memang sangatlah pantas untuk 10 tokoh dunia di bidang teknologi
dan informasi yang akan kami bahas ini. Mengapa? Karena di usia mereka yang
masih sangat muda telah mampu menunjukkan prestasi yang luar biasa di bidang
teknologi dan informasi, yang pada umumnya hanya diramaikan oleh usia-usia yang
sudah relatif tak muda lagi atau seumuran dengan orang tua mereka. Usia mereka
rata-rata 11-15 tahun saat membuat karya yang mampu membuat dunia terperangah.
10 tokoh
dunia ini mampu berinovasi dengan sangat kreatif sekali dan mampu
mengundang decak kagum seantero dunia terhadap karya mereka.
Disamping itu pula, mereka mampu mendongkrak image anak kecil dengan ketinggian
ilmu mereka dalam menciptakan karyanya di bidang teknologi dan informasi.
Berikut 10 tokoh dunia dan hasil inovasinya yang membuat kagum mata
dunia adalah :
Thomas Suarez
Karena kesenangannya akan game, tokoh dunia cilik ini mampu menciptakan game
sendiri . Bukan Cuma itu saja, dia juga mendirikan perusahaan sendiri yang
bernama Carrot Corp yang telah menciptakan
beberapa aplikasi iOS. Salah satu diantaranya adalah Earth Fortune yang cukup
menarik dan sederhana, yakni hanya menampilkan warna yang berbeda dari planet
berdasarkan keberuntungan pemain.Dan dia juga menciptakan game yang menampilkan
artis Justin Bieber di pertandingan Whac-a-Mole.Game inilah yang paling sukses
dan mampu mencapai titik puncak kreativitasnya dengan memenangkan Tribeca
Disruptive Innovation Award tahun 2012 lalu. Dan dia memulai semua ini di
usianya yang sangat belia, yakni 12 tahun.Yang mampu menjadikannya tokoh dunia
cilik yang sangat menganggumkan.
Nick D'Aloisio
Aplikasi karyanya yang mampu mendongkrak namanya adalah TRIMIT. Dia membuatnya
saat berusia 15 tahun.TRIMIT merupakan sebuah aplikasi berbasis iPhone OS
keluaran Apple inc. Aplikasi ini meringkas konten web agar lebih singkat dan
mudah untuk dapat digunakan di berbagai media atau jejaring sosial seperti
Twitter, Facebook, dan Tumblr.Aplikasinya menarik minat Fast company agar bisa
dikembangkan algoritmanya dalam penelitian yang biasanya dilakukan oleh calan
magister dan Doktoral dalam program studinya dan membutuhkan biaya yang tidak
sedikit pula.
Steven Gonzalez Jr.
Semua karya tokoh dunia cilik ini bermula dari sakit kanker yang menyerangnya
saat dia berusia 12 tahun.Steven di diagnosis terkena Leukimia Myegenous akut.
Dan dia dinyatakan dokter hanya memiliki kesempatan hidup sebesar dua
persen.Tetapi dia mampu mematahkan pernyataan itu dengan kesembuhannya yang
terbilang luar biasa prosesnya. Dia pernah dimasukkan ke dalam ruang isolasi
untuk proses kesembuhannya selama 100 hari. Tokoh dunia cilik ini menciptakan
sebuah game yang awalnya bertujuan untuk menyemangati dan menyembuhkan
pasien-pasien kanker lainnya, terutama yang seusianya. Suatu tujuan yang sangat
mulia. Nama Game ini adalah Play Against Cancer. Game ini menggambarkan seorang pemain mennghancurkan sel kanker
(hantu berwarna hijau). Dan steven ini juga mengembangkan game yang lain yang
merupakan game jejaring dan komunitas online pasien kanker remaja, yakni The
Survivor Games.
Daniel Chao
Tokoh dunia cilik yang satu ini berusia 10 tahun saat ia menemukan sebuah
aplikasi pencatatan interaktif. Aplikasi ini bernama iRead Monthly, yang bisa memungkinkan para siswa membaca yang pada tanggal ia
inginkan saja kemudian dapat dilaporkan melalui E-mail kepada guru mereka.
Hingga memudahkan siswa dalam mengatur waktu membaca sebuah pelajaran ataupun
tugas sekolahnya dengan hanya meng-klik tanggal tertentu memasukan beberapa
menit untuk digunakan dalam membaca pada hari itu.Aplikasi ini sangat di terima
oleh perusahaan Apple. Dan tokoh dunia cilik ini mengatakan kebanggaannya
kepada CBS Denver akan hal penerimaan tersebut.
Zora Ball
Anak ini bisa masuk dalam jajaran tokoh dunia cilik yang mengagumkan di bidang
teknologi informasi karena di usia 7 tahun mampu mengembangkan sebuah aplikasi
mobile game. Ia salah satu peserta termuda dalam suatu event bergengsi di
bidang programming University of Pennsylvania's FATE Bootstrap Expo di Amerika Serikat pada bulan Desember tahun lalu. Padahal kategori
event tersebut untuk usia 12 sampi 16 tahun, namun Zora membuktikan dirinya
bahwa ia mampu bersejajar dengan para peserta lainnya meskipun usianya baru 7
tahun. Dan Ia mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan programmingnya dengan baik
sekali.
Lim Ding Wen
Programmer cilik asia yang berasal dari negara Singapura ini mampu membuat
aplikasi lukisan virtual pertamanya di usia sembilan tahun. Aplikasi ini
awalnya dinikmati oleh adik-adiknya pada tahun 2009, yang kemudian mendapat
persetujuan dari pihak Apple inc. Aplikasi ini bernama Doodle Kids, yang mengunakan konsep gerakan sederhana, yakni mereplika atau meniru
gambar yang telah ada atau telah dimunculkan.
Di samping kreatifitasnya tentang game, ia telah menguasai enam bahasa
pemrograman. Dan dengan enam bahasa tersebut pula, ia berhasil membuat banyak
project-project , di antaranya dua project game di tahun 2012 tentang game
pertandingan 3 Dimensi.
Zach Marks
Si Zach ini terkenal banget akan kreatifitasnya di bidang social media. Ia
mampu menciptakan jejaring sosial untuk anak-anak seusianya yang ia beri nama
Grom Social. Ceritanya berawal karena
ia kesal karena tidak dibolehkan menggunakan Facebook oleh orangtuanya.
Facebook sendiri telah memiliki aturan batasan usia minimal 13 tahun, sementara
si Zach ini masih berusia 11 tahun. Dan ternyata, pada bulan Desember 2012,
sebuah pemberita USA Today telah melaporkan bahwa situs jejaring bikinan si
Zach ini dilihat oleh 2000 pengunjung setiap harinya dengan rasio sekitar 6000
tampilan. Sungguh luar biasa dari sebuah situs buatan anak berumur 11 tahun.
Santiago Gonzalez
Gonzales mulai dikenal sebagai tokoh cilik dunia sejak dia membuktikan bahwa
dirinya berhasil menciptakan banyak aplikasi yang berbasis iOS yang sangat
interaktif juga menarik. Diantaranya adalah Puzzle Slide Super yang
terkategorikan game edukatif dan Space Solar System yang sangat mendongkrak
nama sang tokoh dunia ini di bidang teknologi dan informasi. Game Puzzle Slide
merupakan game dengan konsep mengatur dan merapikan, dimana pengguna atau user bisa mengatur ulang potong-potongan foto
pilihannya yang tersebar tak menentu (tercecer). Sedangkan Space Solar System
yang sesuai dengan namanya merupakan sebuah game Edukatif tentang tata surya
dengan sembilan planet terkenalnya. Dan Gonzales menciptakan semua aplikasi
game tersebut saat berumur 14 tahun. Ia memang terkenal kejeniusannya, terutama
dalam hal akademik karena ia telah berhasil pula meraih gelar Master dalam ilmu
komputer di umurnya yang ke 17 tahun saat teman-teman seusianya sebagian besar
sedang menikmati duduk di Sekolah Menengah Umum.
Aaron Sonson, Satwant Singh, dan Gregory Paczkowski
Nama ketiga remaja yang berasal dari London ini berhasil membuat dunia
teknologi informasi terkagum-kagum. Lantaran mereka telah berhasil menciptakan
sebuah aplikasi berbasis data rekam. Aplikasi ini terinspirasi dibuat karena
mereka bertiga merasa kurang terpenuhi hak-haknya akan keadilan dalam
pelanggaran lalu lintas. Aplikasi yang di beri nama Stop & Go sebenarnya merupakan aplikasi yang memungkinkan para remaja
mendapatkan informasi tentang hak-hak pelanggar lalu lintas hingga mendapatkan
transparasi dan keadilan di dalam kantor pemeriksaan kepolisian lalu lintas.
Hingga dalam situsnyapun mereka mengatakan dengan lantang bahwa aplikasi Stop
& Go diptakan dengan harapan
membawa keadilan dan tranparansi dalam prosedur pemeriksaan di kepolisian
tersebut.
Team 2 / Res-Q
Kelompok ini terdiri dari empat gadis remaja berusia 14 tahun.Mereka berhasil
menciptakan CyberMentors yaitu aplikasi anti
kekerasan yang berfokus kepada keselamatan anak remaja yang menjadi korban
kekerasan.Aplikasi ini sebenarnya terinspirasi oleh Aplikasi Stop & Go.
CyberMentors merupakan aplikasi yang penggunanya dapat berbicara dengan
CyberMentor langsung mengenai pengalaman tentang kekerasan yang dialaminya.Dan
aplikasi ini terbuat dua versi, yakni berbasis web dan google play.
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar